Happy anniversary With WordPress!!!

Assalamu’alaikum .. Hai, tanpa saya sadari setahun lebih tidak berkunjung di laman ini, apalagi sampai menarikan jari di atas keyboard dan menuangkannya di diary publik ini. Atas nama kepusingan menghadapi skripsweet setahun lalu, ah ralat, 9 bulan, sebuah proses yang cukup alot karena multitasking dan vakum sebulan gara-gara sebuah demo yang menggelikan yang mengakibatkan kami harus vakum bimbingan hingga sebulan lebih. Skripsi selesai, perjalanan dimulai kembali dan saya memutuskan untuk melanjutkan kontrak di Laboratorium kampus sambil mengeruk pengalaman dan softskill sebanyak banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya :) 

Ternyata eh ternyata saya rindu sekali dengan blog ini, salah seorang teman saya yang baru satu semester saya kenal ternyata membuka blog saya dan mengomentari isi blog saya, dan komentar itu masuk ke email. Dari komentar itu saya teringat kembali blog ini, dan ingin mengisinya kembali. Begitu membuka blog ini, ternyata ini sudah tahun ke 5 saya ngeblog disini, mengharukan sekaligus tragis karena selama lima tahun hanya bisa menulis sebanyak itu :( 

Karena itu di ulang tahun menulis bersama wordpress yang kelima ini, saya punya wish list ingin menulis lebih banyak lagi, semoga lebih baik dan lebih baik lagi. 

itu dulu .. 

*Jika ada kata yang tidak bersinggungan antara judul dan konten mohon dimaafkan, anggap saya stretching untuk senam inti karena otot yang kaku tidak pernah TC selama 5 tahun :p 

Image

Malu ≠ Introvert?

Suatu waktu mungkin kita pernah bertemu dengan orang yang sedikit sekali bicara ketika kita ajak bicara, bahkan untuk topik yang umum sekalipun atau hal yang disenangi. Misalnya menanyakan apa yang menjadi hobi atau barang koleksinya, orang tersebut hanya menjawab sepatah kata saja, misalnya membaca. Padahal untuk orang yang lainnya, saat diajak membicarakan hal yang disenangi, mungkin Dia akan sangat bersemangat sekali menceritakan kepada orang tersebut topik yang menjadi kesenangannya. Kita sebagai lawan bicara mungkin akan merasa lebih nyaman untuk bercerita kepada orang kedua daripada pertama, karena jenis komunikasi yang kita harapkan tidak ditangkap baik oleh lawan bicara kita, dan menganggap orang itu tidak berminat dengan apa yang kita bicarakan. tapi sebaiknya jangan berprasangka dulu dengan orang pertama, kadang bukan karena Dia tidak berminat atau bermaksud untuk sombong, tapi mungkin karena Dia adalah sosok yang “Pemalu”

Rasa malu dapat di definisikan sebagai kecanggungan atau kekhawatiran yang dirasakan seseorang oleh beberapa orang ketika mendekati atau didekati orang lain. Atau ketakutan akan penilaian negatif dari orang lain. Tidak seperti introvert, yang merasa lebih bersemangat dikala sendirian, orang pemalu ini seringkali sangat ingin berhubungan dengan orang lain, namun tidak tahu bagaimana cara mendekati orang tersebut, mereka kurang mampu untuk mentolerir kecemasan yang datang saat berinteraksi dengan sesama manusia.

Beberapa psikolog memetakan dua kecenderungan pada sumbu vertikal dan horizontal, dengan spektrum introver-ekstrovert pada sumbu horizontal, dan spektrum cemas-stabil pada vertikal. Dengan model ini, kita menemukan empat kuadran tipe kepribadian: ekstrovert tenang, cemas (atau impulsif) ekstrovert, introvert tenang, dan introvert cemas.

Bila melihat peta kepribadian disamping, kita akan kembali mengingat empat tipe kepribadian Hippocrates dan Galen yang dikaitkan dengan fungsi cairan tubuh yaitu Darah membuat orang optimis (tenang ekstrover), empedu kuning membuat orang mudah tersinggung (impulsif ekstrover), lendir membuat orang apatis (tenang introvert), dan empedu hitam membuat orang melankolis (introvert cemas.)

Tetapi jika rasa malu dan introvert begitu berbeda, mengapa kita sering menghubungkan dan menyamakan keduanya, terutama di area publik?

Perlu kita sadari ternyata ada bias bersama dalam masyarakat kita terhadap dua sifat atau karakter ini. Sikap mental seseorang pemalu yang duduk diam dalam sebuah pertemuan bisnis mungkin berbeda dengan orang yang introvert. Orang yang pemalu akan begitu takut untuk berbicara, sedangkan orang yang introvert hanya perlu untuk distimulasi maka ia akan berbicara. Tetapi untuk masyarakat awam keduanya tampak sama, dan terhadap kedua orang dengan sifat ini kurang mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, karena lingkungan sekolah dan masyarakat menunjukkan bahwa pembicara cepat lebih berkompeten, menyenangkan, dan bahkan lebih pintar dari yang lambat (pemalu dan introvert).

Namun apakah perlu diperdebatkan perbedaan pemalu dan introvert? Sebenarnya malah kedua sifat ini saling memengaruhi satu sama lainnya. Untuk satu hal, beberapa orang dilahirkan dengan “high-reactive” temperamen yang mempengaruhi mereka untuk baik rasa malu dan introvert. Juga, orang yang pemalu mungkin menjadi lebih tertutup dari waktu ke waktu, karena kehidupan sosial menyakitkan, sehingga dia termotivasi untuk menemukan kenikmatan kesendirian dan lingkungan minimal sosial lainnya. Dan introvert yang mungkin menjadi malu setelah terus menerima pesan bahwa ada sesuatu yang salah dengan dirinya.

 I’m shy, paranoid, whatever word you want to use. I hate fame. I’ve done everything I can to avoid it. Johnny Depp

sumber Tulisan:

Are You Shy, Introverted, Both, or Neither by Susan Cain in Quiet: The Power of Introverts

sumber foto:

http://www.shawuniversitymosque.org/

http://bachelora.com/

Memaafkan Untuk Kesehatan

Masih dalam suasana Lebaran, sebelumnya Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul fitri, Mohon maaf lahir dan batin. Walau sejatinya untuk perkara maaf-memaafkan bukan hanya dapat dilakukan saat idul fitri saja, namun setiap saat itu adalah sebuah keharusan.

Kita tidak tahu apa yang kita perbuat selama ini telah menyinggung atau bahkan menyakiti orang lain, kadang tanpa kita sadari, kelelahan kita, ketidaksabaran kita, ketidakpedulian kita telah membuat orang lain tersinggung dan marah kepada kita, cobalah untuk meminta maaf!

Dan bagi kalian yang merasa tersinggung dan tersakiti atas segala perlakuan ataupun perkataan dari partner kalian baik secara sengaja ataupun tidak sengaja, cobalah untuk memaafkan!

Dari dua kejadian diatas, mari kita coba untuk mengakuinya, masing masing dari kita pasti pernah mengalami keduanya, baik dalam hal besar maupun kecil. Apa yang telah kita lakukan otomatis akan menentukan kondisi kesehatan kita baik secara fisik maupun mental.

Kalian yang merasa tersakiti dan sakit hati, cobalah baca surat ini dengan keras:

Aku memaafkanmu

Aku biarkan rasa kebencianku pergi jauh……..dariku. Aku akan berusaha tetap dekat dalam kedamaian hatiku. Aku tidak akan menyimpan dendam terhadapmu dan hal ini sungguh sulit!

Dengan memaafkanmu, aku tidak akan merusak kata maaf dengan perilaku yang menyakitkan! Aku dengan rendah hati juga membutuhkan pengampunan untuk hal menyakitkan yang mungkin telah kulakukan terhadap orang lain baik sengaja maupun tidak.

Aku berani memilih untuk tidak membiarkan tindakan atau sikap mengontrolku dan merampokku dari sukacita dan kebahagiaan batinku. Kemarahan adalah emosi yang merusak. Aku tidak akan membiarkan kebencian merusakku atau orang lain. Aku mengendalikan diri dan lebih memilih perdamaian, baik jangka pendek maupun panjang. Dengan memaafkanmu aku telah memilih kesehatan!

Apakah kalian memilih kesehatan? Saya sedang mencoba untuk melakukannya. Teman sekalian, MEMAAFKAN adalah kualitas penting untuk kesehatan mental, kebahagiaan dan ketenangan. Bukankah kita semua menginginkan kebahagiaan dan kedamaian? Bukankah hidup akan menjadi lebih baik dengan keduanya?

Pilihlah kesempatan untuk menjadi pemaaf

Perdamaian:  Sebuah pilihan yang cerdas untuk menjadi pemaaf

Dengan menjadi tak kenal ampun dan bertindak atas kebencian, kalian memberi dan melampiaskan kepada orang yang bersalah pada kalian dan mencoba mengontrol atas kesejahteraan Anda, pikiran, tindakan, dan kemungkinan masa depan. apa yang Anda benar-benar ingin lakukan? Membiarkan orang atau situasi yang terus-menerus menyakiti Anda atau menyebabkan Anda menyakiti orang lain? Atau Anda tidak menginginkan kedamaian?

Menikmati pikiran-pikiran negatif yang melukai perasaan dan tragedi yang berulang tidak akan membantu seseorang menemukan penyembuhan. Itu malah akan membangun kebencian dan dendam.

Secara pribadi, semua orang pasti tidak suka rasa sakit. Dan pasti tidak ingin menghidupkan kembali rasa sakit itu. Kita pasti ingin menghilangkan rasa sakit dimasa lalu secepat mungkin. (Saya ingin segera menyelesaikannya.) Apakah Anda ingin cepat selesai?

Cobalah secara pribadi kita memikirkan atau mencoba menghitung kembali, suatu kesalahan yang pernah dilakukan dalam pikiran berulang-ulang, kita malah merasa dirugikan / tersakiti lagi! Apakah kalian juga begitu? Saya tidak menemukan penyembuhan atas kebencian dalam diri saya ketika dengan secara sengaja terobsesi diatas pikiran atau hal negatif. Namun, dengan berupaya untuk mengisi pikiran positif dalam hidup, tentu membuat kita merasa lebih baik!
Apakah Anda mencobanya? Pikiran positif mengarah pada tindakan yang positif. Pengampunan adalah seperti tindakan. Semua orang membutuhkan maaf dan pengampunan. Bukankah begitu? Tuhan saja Maha Pengampun, bagaimana dengan kita makhluk ciptaannya?

He that cannot forgive others breaks the bridge over which he must pass himself; for every man has need to be forgiven. Thomas Fuller

 sumber:

http://blogs.psychcentral.com/

http://paulocoelhoblog.com/

Hey, Kamu kah Si Perfeksionis?

Perfeksionis, dapat diartikan sebagai suatu keyakinan dari dalam diri seseorang bahwa segala sesuatu yang dikerjakan atau dilakukan haruslah dalam keadaan lengkap dan sempurna sesuai dengan harapan.Dalam bentuk patologisnya, perfeksionis adalah suatu keyakinan bahwa apabila terdapat pekerjaan atau output yang kurang sempurna tidak dapat diterima.

Hamachek mendeskripsikan ada dua jenis perfeksionis. Yang pertama perfeksionis normal, yaitu memperoleh kesenangan atau kepuasan yang sangat nyata apabila dapat mengerjakan sesuatu dengan baik dan hasilnya sesuai dengan harapan. Untuk perfeksionis normal mungkin ini banyak ditemui disekitar kita. Orang dengan perfeksionis normal pada umumnya senang akan tantangan. Yang kedua perfeksionis neurotik, orang dengan kasus ini tidak dapat merasakan kepuasan, karena dimata mereka sendiri mereka tidak pernah dapat melakukan segala sesuatu dengan cukup baik untuk menjamin kepuasan mereka. Orang seperti ini cenderung mengalami ketegangan kompulsif dan tanpa henti menuju pada tujuan yang tak mungkin dicapai, serta menilai diri sendiri sepenuhnya dalam hal produktivitas dan prestasi.

Di dunia ini begitu banyak perfeksionis. Walau tidak dalam segala hal, mungkin dalam beberapa hal tertentu. Seperti dalam hal tuntutan tugas sekolah atau mungkin pekerjaan. Secara pribadi saya juga cukup perfeksionis, selalu menetapkan standart dan target tertentu dalam melakukan sesuatu, tak jarang pula mengalami kekecewaan apabila ada tugas atau pekerjaan yang tak terselesaikan dengan baik. Hm… bagaimana dengan kalian? Apakah kamu juga terdeteksi sebagai makhluk perfeksionis? Mari kita cek dari sepuluh tanda atau ciri perilaku perfeksionis dibawah ini:

    1. Kamu terlalu sadar dan terlalu kritis dengan segala kesalahan. Selain itu kamu juga memandang suatu hal terlalu mendetil.
    2. Kamu bertujuan untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal yang kamu lakukan, bahkan untuk hal yang tidak kamu senangi.
    3. Kamu akan mengorbankan hampir seluruh waktumu untuk sesuatu yang kamu kerjakan hingga menghasilkan sesuatu yang sempurna sesuai dengan harapanmu. Mungkin kamu akan menunda segala kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan primermu seperti makan, istirahat atau sejenisnya daripada membiarkan sesuatu yang kamu lakukan itu terlewat begitu saja karena menundanya demi makan!
    4. Kamu punya standar absolut tentang cita-citamu. Hanya ada hitam dan putih, tidak ada abu-abu.
    5. Kamu adalah kritikus paling keras buat dirimu sendiri. Kamu akan menyalahkan diri sendiri atas kesalahan terkecil yang tidak beres bagimu. Dalam tingkat tertentu dapat menjadi neurotik.
    6. Kamu akan merenung secara berlebihan jika hasil dari apa yang kamu lakukan tidak ada perubahan seperti yang diharapkan. Kamu akan bertanya-tanya mengapa hasilnya tidak sesuai dengan harapan? Dan apa yang dapat kamu lakukan untuk mencegah ketidaksesuaian tersebut?
    7. Kamu akan melakukan pertahanan diri atas segala kritik yang ditujukan padamu, dan ada rasa takut yang tinggi atas kegagalan.
    8. Yang ada di pikiranmu hanyalah tujuan akhir, sehingga kamu tidak begitu peduli dengan apa yang namanya proses. Yang penting selesai dan sempurna!
    9. Kamu punya perasaan marah, kecewa dan bersalah yang berlebihan atas segala ketidaksempurnaan yang terjadi pada segala sesuatu yang kamu lakukan. Dalam kasus tertentu kamu mungkin tidak menerima kesalahan itu dan melimpahkan kepada orang lain.
    10. Kamu sangat sadar atas setiap situasi yang memungkinkan orang lain memberi persepsi kamu tidak sempurna. Karena itu sebaik mungkin anda akan menghindarinya.
Kenapa Bisa Menjadi Perfeksionis?
Saya menemukan ada tiga hal umum yang mendorong seseorang menjadi perfeksionis. Perfeksionis dapat terjadi karena salah satu atau kombinasi dari tiga penyebab perfeksionis. jika kamu perfksionis, mungkin salah satu penyebabnya dapat kamu temukan dari ketiga daftar dibawah ini:
  1. Hasrat untuk bertumbuh menjadi seseorang yang hebat.  Kamu mengharapkan kesempurnaan dari diri mereka sendiri. Perfeksionis dalam dirimu muncul dari rasa haus yang tak terpuaskan dan keinginan untuk bertumbuh menjadi yang terbaik, sehingga sedapat mungkin kamu berusaha melakukan sesuatu dengan sebaik dan sehebat mungkin.
  2. Harapan sosial.  Perfeksionisme muncul karena harapan lingkungan sosialmu. Keluarga, guru, pelatih, manajer dan pemimpin yang otoriter serta gaya diktator menyebabkan perfeksionis dengan membuat standart yang terlalu tinggi dari patokan yang kita butuhkan untuk mencapai kesuksesan dan kegagalan dianggap sesuatu yang memalukan sehingga tidak ada masa depan yang dapat dicapai akibat kegagalan tersebut. Gagal disamakan dengan sesuatu yang tidak berharga danb tidak pantas. Sekolah dan tempat kerja dengan budaya persaingan yang tinggi serta penenkanan yang kuat pada kinerja dan prestasi adalah tempat berkembang biak perfeksionisme. Masyarakat terkadang sering memaksakan dan terlalu mengagung-agungkan apa yang namanya kesuksesan, kesempurnaan, tanpa cacat dan noda, sehingga sering memandang sebelah mata pada kekurangan. Padahal kekurangan atau kegagalan merupakan proses menuju kesuksesan.
  3. Rasa tidak aman.  Bagi sebagian orang, perfeksionisme mungkin timbul dari rasa tidak aman dalam diri mereka sendiri. Orang orang yang telah mendapat dan menghadapi semacam diskriminasi atau dikucilkan sejak dulu akan mengembangkan perasaan tidak mampu atau kekosongan dalam diri mereka. Jurang atau kesenjangan ini pada waktunya akan memanifestasikan keinginan atau kebutuhannya melalui tindakan atau kinerja dan prestasi mereka. Mereka ingin membuat pernyataan tentang diri mereka sendiri, baik untuk diri sendiri maupun orang lain bahwa mereka tidak akan gagal lagi.

Bagaimana dengan kamu? Apakah tanda-tanda diatas ada padamu? bagian mana yang menjadi penyebabmu menjadi perfeksionis?

Quotations about Perfection

No one is perfect… that’s why pencils have erasers.  ~Author Unknown

Sumber: http://personalexcellence.co

“The Help” #MyMovieReview

The Help merupakan film yang diangkat dari sebuah Novel Amerika dengan judul yang sama, ditulis oleh Kathryn Stockett, dan film itu sendiri disutradarai oleh Tate Taylor. Adapun film ini mengisahkan tentang lika liku kehidupan pembantu rumah tangga Amerika keturunan kulit hitam yang bekerja di rumah warga kulit putih Amerika pada tahun 1960, yang saat itu sedang marak perbudakan warga kulit hitam di Amerika tepatnya di daerah Jackson, Mississippi. Pada saat itu Issu rasial dan diskriminasi bagi warga kulit hitam sangatlah kuat. Warga kulit hitam hanya dapat melakukan pekerjaan rendahan seperti pelayan atau pembantu rumah tangga.

Adalah Eugenia “Skeeter” Phelan (Emma Stone), seorang mahasiswi lulusan Universitas mississippi yang kembali ke kampung halamannya untuk mencari pekerjaan, dan mendapat pekerjaan sebagai penulis yang tugasnya menjawab pertanyaan rubrik kolom pembaca di sebuah harian lokal. Untuk menjawab “ribuan” lembar surat pembaca tersebut, skeeter berniat meminta bantuan kepada Aibileen Clark (Viola Davis), seorang wanita paruh baya warga kulit hitam yang bekerja sebagai pembantu sekaligus pengasuh balita kulit putih di rumah salah satu sahabatnya, Elisabeth. Saat berkunjung ke rumah Elisabeth yang kebetulan saat itu ada acara perkumpulan para sosialita Jackson, Skeeter menemukan hal yang janggal dan kurang menyenangkan dari sikap salah satu sahabatnya Hilly Holbrook (Bryce Dallas Howard), yang merupakan pimpinan utama Junior’s League dalam memperlakukan pembantu kulit hitam, terutama dengan Rancangan Undan-Undang Sanitasi yang diusulkannya untuk memisahkan kamar mandi antara warga kulit hitam dan putih. Hilly percaya bahwa orang kulit hitam dapat membawa penyakit bagi orang kulit putih. Tidak sependapat dengan Hilly, maka Skreeter memutuskan untuk menulis sebuah buku yang berjudul “The Help”, yang berdasarkan pada kehidupan para pembantu kulit hitam yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya bahkan keturunannnya untuk melayani warga kulit putih. Da mulai dari sinilah konflik dimulai.

Skeeter harus mencari pembantu warga kulit hitam yang mau berbagi cerita tentang kehidupannya selama bekerja di rumah orang kulit putih, sementara dari sekian banyak warga kulit hitam tidak ada yang berani mengungkapkan cerita tersebut karena dipecat dari rumah majikan atau bahkan lebih buruk. Aibileen adalah orang yang pertama kali berinisiatif untuk menceritakan pengalamannya atas dasar kecintaannya kepada anak kulit putih yang diasuhnya tumbuh dan berkembang menganggapnya seperti bagian dari keluarganya sendiri. Sahabatnya Minny juga mulai bersedia untuk bercerita karena dia baru saja dipecat dari rumah majikannya Hilly, karena menggunakan toilet majikan saat badai sedangkan toliet yang khusus Minny gunakan tepisah dari rumah. Minny kesulitan mendapatkan pekerjaan sehingga anaknya harus putus sekolah dan menjadi pelayan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Beruntung Minny mendapat pekerjaan di rumah Celia Foote, seorang wanita dari kalangan pekerja yang menikah dengan sosialita kaya, sehingga Celia tidak diterima oleh Junior League karena status keluarga dan dituduh merebut suami Hilly. Hal ini menyebabkan Celia Depresi dan kehadiran Minny lah yang membantu penyembuhan Celia.

Perjuangan Skeeter masih panjang, pada saat mengirimkan draft tulisannya kepada Miss Stein, Editor Herper&Work di New York, berharap Miss Stein tertarik dan mempublikasikan tulisannya. Namun agar mendapatkan data yang valid, skeeter masih membutuhkan subjek yang lebih banyak lagi, sekitar 12 orang. Sementara dari sekitar 30 orang pelayan yang Aibee dan Minny ajak, tidak ada satupun yang bersedia. Namun Skeeter tidak menyerah begitu saja. Sementara mencari subjek lainnya, Skeeter tetap menggali lebih dalam kisah Aibee dan Minny serta membaca buku tentang Hukum Hak Penyetaraan Warga Amerika. Hal itu terlihat oleh Hilly sehingga membuat Hilly mulai berang karena merasa salah satu sahabatnya itu menentang RUU yang diajukannya. Hilly memaksa Skeeter untuk berhenti menulis The Help dan mempublikasikan RUU Sanitasinya di harian tempat Skeeter bekerja. Hilly tidak ingin menulisnya, namun seperti mendapat angin segar akhirnya ia menuliskan Headline RUU tersebut dan membuat kejutan kepada Hilly. Begitu terbit harian tersebut, seluruh warga Jackson mengirim Closet yang diletakkan di halaman rumahnya. Hal itu membuat Hilly sangat berang dan semakin dendam kepada Skeeter.
Pada suatu malam terjadi penembakan terjadap warga kulit hitam yang menyebabkan kota Jackson menjadi rusuh. Hal tersebut menyebabkan para pelayan kulit hitam kecewa dan resah sehingga mereka semua bersedia menceritakan kisah hidup mereka.
Buku The Help berhasil naik cetak dan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Hasil penjualan buku tersebut diberikan kepada pelayan kulit hitam yang bersedia membagikan ceritanya. Hal itu terdengar oleh Hilly sehingga membuat ya penasaran dan membaca buku tersebut. Ada bagian cerita yang menbuat Hilly begitu berang dan berniat menuntut Skeeter karena cerita tersebut mengarah pada dirinya yang membuatnya merasa sangat malu, namun tidak mempunyai bukti yang cukup kuat untuk memenjarakan Skeeter cs, karena apabila Hilly mengadukan cerita yang mengarah pada dirinya tersebut, Hilly akan sangat malu sekali. Cerita apa yang ada dalam buku tersebut yang membuat Hilly berang? Kemudian apa yang terjadi pada Aibee setelah membantu Skeeter menulis buku The Help? Silahkan tonton sendiri drama yang cukup banyak konflik dan mengharukan ini.

Film ini menyabet banyak penghargaan diantaranya Piala Oscar 2012 dalam kategori pemeran artis pendukung terbaik yaitu Octavia Spencer sebagai Minny , serta 3 penghargaan di Screen Actors Guild Awards 2012 yaitu Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture, Outstanding Performance by a Female Actor in a Leading Role: Viola Davis, dan Outstanding Performance by a Female Actor in a Supporting Role: Octavia Spencer

The Help Quotes: God says we need to love our enemies. It’s hard to do, but it can start by telling the truth.

Swiss, Negara Tujuan Wisata Kematian

Artikel ini sudah pernah dimuat pada majalah Psikologi Plus tahun 2006, dan sumber-sumber lainnya, tapi Saya baru membacanya sekarang dan saat ini Saya hanya berniat meneruskan pengetahuan saya yang barangkali orang lain belum tahu.

Saat membaca judul diatas Saya tidak tahu apa yang terlintas di pikiran pembaca, wisata macam apa ini! ternyata yang dimaksud wisata kematian adalah hanya sebuah istilah. Bagi orang yang ingin bunuh diri secara legal dan tidak melanggar hukum dapat berkunjung ke Swiss (namun ini sangat tidak disarankan!!)  karena di negara ini ada lembaga Pusat Bunuh diri Dignitas.

Di lembaga ini orang yang berniat bunuh diri akan dibantu oleh asisten bunuh diri. Asisten bunuh diri? sungguh merupakan profesi yang langka, padahal biasanya orang yang akan bunuh diri akan melakukan hal tersebut sendiri tanpa dibantu oleh orang lain, bahkan tanpa ada yang tahu orang tersebut bunuh diri, sampai saat mereka telah menghembuskan nafas terakhir dan tercium aroma yang tak sedap dari TKP, dan diusut perkaranya, barulah ketahuan kalau orang tersebut bunuh diri.

Tapi disini Asisten bunuh diri bertugas menawarkan kepada kliennya untuk merenungkan tentang opsi bunuh diri yang ditawarkan, serta mendiskusikan hal itu dengan rekan-rekan maupun kerabat klien. Dengan demikian orang yang berniat bunuh diri akan mempertimbangkan atau mungkin mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Hal itulah yang menyebabkan pengacara sekaligus pemrakarsa Dignitas, Ludwig Minelli berjuang keras dalam membongkar tabu sosial tentang bunuh diri.

Swiss sendiri merupakan negara yang  memiliki hukum yang melegalkan bunuh diri. Ketentuan ini merupakan ketentuan yang paling legal di dunia. kliniknya sendiri terletak di dekat kota Zurich. Hukum Swiss menyatakan bahwa bantuan untuk bunuh diri hanya ilegal jika dimotivasi oleh kepentingan pribadi. Akibatnya, dignitas berusaha untuk memastikan bahwa ia bertindak sebagai pihak netral dengan membuktikan bahwa selain tidak mengeluarkan biaya lanjutan, mereka tidak akan memperoleh hasil dari kematian anggotanya. Klien dignitas datang dari berbagai penjuru dunia. Untuk masuk lembaga yang berdiri sejak tahun 1998 ini orang tidak perlu mengurus izin tinggal, hanya sekali periksa oleh dokter Swiss dan memenuhi syarat, dapat melakukan bunuh diri yang dibantu oleh asisten tersebut.

Meski lembaga ini non profit, layanan bantuan bunuh diri Dignitas bukanlah layanan tanpa biaya, orang harus merogoh kocek sebesar 3500 – 4000 Euros untuk membayar layanan seperti biaya konsultasi medis, resep obat mematikan dari dokter, sewa apartemen untuk bunuh diri dan biaya kremasi.

Hasil Kremasi dari bunuh diri tersebut secara diam-diam dibuang ke danau Zurich. Pada bulan April 2010, penyelam polisi menemukan sekelompok lebih dari 60 guci kremasi di Danau Zurich. Masing-masing dari guci menanggung logo krematorium Nordheim digunakan oleh dignitas. Pada tahun 2008 dua anggota dignitas tertangkap mencoba untuk menuangkan abu 20 orang mati ke danau.

Ludwig Minelli mengatakan dalam sebuah wawancara Maret 2008 yang dignitas telah membantu 840 orang meninggal, 60% dari mereka adalah berkebangsaan Jerman. Kebanyakan orang datang ke dignitas tidak berencana untuk mati tetapi membutuhkan asuransi dalam kasus penyakit mereka yang dirasa sulit untuk diobati dan menyakitkan. Dari mereka yang memenuhi persyaratan untuk melakukan dignitas, 70% tidak pernah kembali lagi ke dignitas. 21% orang yang menerima dibantu sekarat di dignitas tidak memiliki terminal atau penyakit progresif, melainkan “kelelahan hidup”.

Akhir 2011, dilaporkan bahwa Jumlah kematian dibantu dilakukan oleh dignitas asosiasi Swiss naik sebesar 35 persen tahun lalu, demikian dilaporkan Sunday.

Exit, kelompok dignitas lain di Zurich menyediakan bantuan bunuh diri, juga melihat kenaikan angka kasus permintaan bantuan bunuh diri sekitar 17 persen tahun lalu, dari 257 menjadi lebih dari 300. “Kebanyakan orang yang menderita kanker,” kata wakil presiden Exit,  Bernhard Sutter. Sutter mengatakan usia rata-rata orang memilih bunuh diri yang dibantu adalah 76 tahun.

Hal ini tentu menimbulkan kontroversi, terutama dalam pandangan agama. Agama manapun tidak mengijinkan umatnya buhuh diri. Tidak seharusnya manusia melakukan hal yang sia-sia dalam hidupnya dengan cara bunuh diri, sungguh menyedihkan apabila kehidupan yang berharga ini hancur dengan cara yang bodoh. Setiap orang mempunyai masalah namun setiap masalah pun selalu ada penyelesaiannya, namun seharusnya masalah itu dihadapi, bukan dihindari dengan cara yang tidak benar. tanpa perlu melakukan persiapan bunuh diri seperti kasus diatas, kematian pasti akan datang menjemput kita. alangkah baiknya diisi dengan hal lain yang lebih bermanfaat (versi saya).

Suicide Quotes:

Depression is close to me, but suicide hasn’t been.

Claire Forlani

 

Sumber lain:

http://www.swissinfo.ch/eng/swiss_news/Assisted_suicide_numbers_up_in_2011.html?cid=32149416

http://www.google.com/hostednews/afp/article/ALeqM5j679QtWS5MyOO1GQwrgBNx8lFVZA?docId=CNG.368d2338f741720d4afaec8786c121af.ab1

sumber foto:

http://www.bbc.co.uk/news/uk-scotland-glasgow-west-14152340

http://www.guardian.co.uk/society/2009/apr/02/assisted-suicide-swiss-clinic-dignitas

http://www.findingdulcinea.com/news/international/2009/Oct/Swiss-Government-May-Restrict-or-Even-Ban-Assisted-Suicide.html

Psikolog Bukan Peramal!

 Setiap saya bertemu teman yang baru kenal dan saling tanya identitas singkatnya selalu muncul dialog seperti ini:

Dia : Kuliah jurusan apa Kamu?

Saya: Psikologi (mas / mbak / pak / bu / om / tante )

Dia : wah keren ! berarti bisa ngeramal dan baca pikiran orang dong? Coba dong tebak aku orangnya kayak gimana kepribadiannya.

Maaf mas, mbak, bapak ibu, adik adik manis, kalian keliru. Padahal faktanya Psikolog atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di fakultas Psikologi samasekali bukanlah peramal, dukun atau tukang tebak, tetapi orang yang mempelajari tentang jiwa manusia, yang tampak dari perilakunya. Proses untuk sampai pada kesimpulan tentang suatu fenomena pun tidaklah singkat. setidaknya psikolog atau calon psikolog harus rajin melatih kemampuannya agar mendapatkan kesimpulan yang akurat.

Adapun tugas tugas psikolog sebagai berikut:

  • Menjelaskan Perilaku

Psikolog harus mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa perilaku itu bisa terjadi, berupa indikasi yang tampak. Hasil dapat berupa penjelasan atau pembahasan yang bersifat deskriptif. Contohnya dalam menjelaskan perilaku anoreksia dan bulimia yang sering terjadi pada remaja perempuan.

  • Mendeskripsikan

Psikolog harus mampu mengenali, mendiagnosis, dan menjelaskan kejadian atau perilaku yang terjadi pada suatu kondisi tertentu. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengamatan dan wawancara atau membaca jurnal atau sumber lain yang terkait agar dapat mendeskripsikan kejadian atau perilaku tertentu. Hal ini sangat bermanfaat agar data yang dihasilkan lebih akurat dan terpercaya (valid dan realibel).

  • Prediksi Perilaku

Psikolog harus mampu memprediksi atau memperkirakan apa, bagaimana dan mengapa tingkah laku bisa terjadi yang datanya dapat dibuktikan secara konsisten. Dalam hal ini psikolog harus sering mengasah kemampuan dengan melakukan observasi, wawancara, melatih kemampuan menggunakan alat tes psikologi, membaca jurnal dan penelitian yang ada serta sumber lain yang mendukung agar dapat menghasilkan prognosa, prediksi atau estimasi yang konsisten.

  • Mengontrol

Psikolog diharapkan mampu mengendalikan perilaku yang maladaptif atau menyimpang menjadi perilaku yang sesuai dengan yang diharapkan, paling tidak meminimalisir perilaku yang menyimpang tersebut. Perwujudannya dapat berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau asesmen, serta rehabilitasi atau perawatan sesuai dengan kebutuhan. Contoh kasusnya adalah mengontrol perilaku anoreksia dan bulimia pada remaja wanita yang menginginkan tubuh yang kurus dan ideal agar diterima dalam pertemanan. Psikolog dapat melakukan kontrol perilaku dengan cara asesmen terlebih dahulu agar dapat menentukan penanganan lebih lanjut, apakah melakukan pencegahan apabila belum terlalu parah atau dalam tahap yang akut sehingga perlu melakukan perawatan atau rehabilitasi.

Ya kira- kira begitulah tugas-tugas dan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang psikolog. Jadi bagi teman- teman yang bertemu dengan calon atau psikolog jangan pernah minta mereka untuk menebak kepribadian kalian, apalagi menanyakan masalah prediksi jodoh atau nomor togel, hehe..

Sumber tulisan di dapat ketika Saya mengikuti acara All In Psychology di Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya, pada saat TM yang materinya dibawakan oleh Bapak Suroso ( maaf jika nama tidak disertai gelar karena kesalahan pada penulis yang kurang akurat menanyakan info mengenai penyampai materi) .